Dilem.id – 27 Maret 2026 | Pemerintah sedang mempersiapkan rencana rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2026. Namun, jumlah formasi dan waktu pembukaan pendaftaran masih dalam pertimbangan, mengingat kebutuhan pegawai harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa penerimaan CPNS 2026 akan menggunakan skema prioritas kebutuhan. Artinya, pemerintah akan memenuhi terlebih dahulu posisi-posisi strategis yang menjadi program prioritas.
Kebutuhan ASN Disesuaikan dengan Jumlah Pensiun
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajarannya untuk mendesain ulang kebutuhan pegawai untuk program prioritas pemerintah. Setiap kementerian juga telah menyampaikan kebutuhan pegawai di lembaganya masing-masing.
Namun, Prasetyo belum dapat menyampaikan angka kebutuhan calon pegawai negeri secara rinci karena masih dalam proses dinamis. Pemerintah perlu mempertimbangkan kemampuan fiskal negara dalam menetapkan jumlah formasi.
Selain itu, penyusunan kebutuhan ASN juga mempertimbangkan Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024 yang berdampak pada perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta komposisi ASN di berbagai kementerian dan lembaga.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mencatat bahwa setiap tahun ada sekitar 160 ribu ASN yang memasuki batas usia pensiun. Oleh karena itu, kebutuhan ASN akan menyesuaikan dengan jumlah ASN yang pensiun untuk menjaga kemampuan fiskal.
Proses Pengusulan Formasi Masih Berlangsung
Saat ini, pemerintah pusat sedang mendata ASN yang ada dan meminta pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan pegawai di daerahnya masing-masing. Setiap kementerian dan instansi pemerintah juga telah diminta untuk mengajukan usulan kebutuhan ASN untuk tahun anggaran 2026.
Menurut Prasetyo, pemerintah masih menahan pengumuman rekrutmen CPNS 2026 sambil menunggu penetapan sektor prioritas yang dinilai paling mendesak untuk dipenuhi. Keputusan terkait pembukaan rekrutmen CPNS juga masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun demikian, Kementerian PAN-RB telah meminta instansi pemerintah untuk segera menyampaikan usulan kebutuhan ASN agar dapat memperoleh penetapan dari Menteri PAN-RB. Hal ini menandai dimulainya fase awal seleksi CPNS 2026, meskipun belum diumumkan secara terbuka.
Jadi, meskipun minat masyarakat terhadap CPNS 2026 sangat tinggi, pemerintah masih mengkaji berbagai aspek sebelum mengumumkan rencana rekrutmen secara resmi. Ketepatan dalam memetakan kebutuhan dan mempertimbangkan kondisi fiskal negara menjadi kunci utama dalam proses ini.





